RINGKASAN LEMBAGA/ORGANISASI DALAM MANAJEMEN BENCANA
LEMBAGA/ORGANISASI DALAM MANAJEMEN BENCANA
A.
Kompleksitas
Manajemen Bencana
Bencana merupakan kejadian
luar biasa yang berdampak buruk terhadap kemanusiaan, ekonomi dan lingkungan
yang terjadi diluar kendali manusia dalam menanggulanginya. Dampaknya berskala
massif dan bersifat multi-sektoral dalam penanggulangannya. Dengan demikian
manajemen bencana memiliki stakholders
yang homogen baik dalam pemerintahan maupun lembaga lainnya yang bekerja secara
integritasi dan terkoordinasi baik untuk hasil yang optimal.
Kerangka Aksi Hyogo (UNISDR,
2015), pentingnya menekankan lembaga-lembaga untuk membangun ketangguhan
masyarakat terhadap bencana. Kemudian kerangka Sendai untuk pengurangan risiko
bencana. Dan menekankan pada pemerintah atau lembaga yang tekait tentang kerja
sama dan kemitraan lintas sektoral untuk pengurangan risiko bencana dan
pembangunan berkelanjutan. Peran lembaga
atau organisasi dalam manajemen bencana di indonesia sangat krusial, yakni dari
yang bersifat Reaktif (saat bencana) menjadi proaktif, preventif dan
antisipatif (sebelum atau akan terjadi bencana).
B.
Siklus
Manajemen Bencana ( Alexander, 2002)
Menunjukkan aktivitas bencana pada fase pra-bencana dan pasca-bencana.
1.
Pra-bencana
Mencakup pencegahan, mitigasi dan kesiap siagaan. Pencegahan
yaitu upaya tidak munculnya bencana. Mitigasi yaitu mengurangi ancaman yang
terjadi. Kesiap siagaan berarti membuat rencana ketika ancaman datang.
2.
Pasca-bencana
Mencakup pemulihan, rebabilitasi dan rekontruksi.
Pemulihan berarti upaya memenuhi kebutuhan pokok. Rehabilitasi berarti
memperbaiki yang rusak untuk kebutuhan. Rekontruksi yaitu membangun kembali
yang rusak
C.
Jenis-jenis
Lembaga
a.
Berdasarkan
peran utama dalam manajemen bencana
1.
Kebijakan
(Policy making)
·
UNISDR,BNPB,BPBD,NDMA
dan FEMA
2.
Advokasi
dan sosialisasi kebencanaan
§
IOTIC,IRP,ADPC,TDMRC,LIPI
dan NIWA
3.
Early
warning (Peringatan dini)
o
BMKG,JMA,PTWC,NOAA
dan RIMES
4.
Riset/
Pendidikan kebencaan
ü
TDMRC
UNSYIAH
ü
Pusat
Studi Bencana ITB Bandung
BPPT
,BPBD-BPPT dan PARI
ü
Kobe
University
EOS
5.
Donor/
Penyandang dana
ü
AUSAID,JICA,USAID,World
Bank-MDF,CIDA dan NORAD
6.
Pelaksana
Program Kebencanaan/ Implementing Agent
Ø
Islamic
relief, Save the Children, PMI, UNDP, Yayasan Lamjabat, Yayasan Lebah, IOM dan
TDMRC
b.
Berdasarkan
sistem tata kelola
Ø
Pemerintah,
NGO/CBO/CSO, Multi-lateral, Regional, United Nations, Trans-National,Korporasi
dan Akademia
D.
Sistem
Manajemen Bencana Indonesia
Tonggak sejarah manajemen
bencana di Indonesia dengan adanya bencana tsunami pada tahun 2004 dan tanggap
darurat di Aceh dan 10 tahun pemulihan pasca tsunami Aceh. Melakukan upaya
pemulihan pasca bencana dengan mendirikan organisasi atau lembaga kebencanaan
serta pengesahan kerangka aksi hyogo di Kobe, jepang 2005. Perubahan paradigma
manajemen bencana di Indonesia terdapat beberapa factor. Adapun fakktor yang
mendorong perubahan tersebut adalah Indonesia merupakan Negara yang rentan
bencana sehingga ada urgensi dalam pemulihan pasca tsunasi Aceh. Frekwensi dan
intensitas bencana meningkat dan akibat bencana banyak kehilangan nyawa manusia,
Aset-aset pembangunan dan perubahan iklim global. Diatur dalam UU yakni pada
era pra UU 24/2007 dan era pasca 24/2007.
Pada sistem manajemen bencana Indonesia, terdapat beberapa bagian :
1.
Legislasi,
mengatur UU atau PerUU tentang kebencanaan dan penanggulangan bencana
2.
Perencanaa,
semua penyusunan perencanaan pemulihan atau pengurangan pra-bencana dan
pasca-bencana
3.
Kelembagaan,
lembaga atau organisasi yang berperan dalam pengurangan dan penanggulangan
risiko bencana.
4.
Pendanaan,
semua dana yang di pergunakan untuk pengurangan atau penanggulangan bencana
baik dari sumbangan masyarakat atau dari pihak pemerintah
Struktur manajemen bencana
Indonesia, yakni tersusun secara sistematis, dari presiden hingga ke perangkat
desa dan masyarakat serta lembaga-lembaga yang tekait saling berhubungan.
Komentar
Posting Komentar